Proklamasi Kemerdekaan dan Pembentukan Pemerintahan Indonesia

Proklamasi kemerdekaan dan pembentukan pemerintahan Indonesia melalui proses yang sangat panjang. Perjuangan demi perjuangan sudah dilakukan untuk mengusir para penjajah dari bumi pertiwi. Perjuangan fisik dan perjuangan diplomasi pada akhirnya mengantarkan Indonesia kedalam kemerdakaan setelah proklamasi kemerdekaan sehari setelahnya tanggal 18 Agustus 1945 terbentuk pemerintahan Indonesia secara konstitusional. 

Penjajahan di wilayah Indonesia berusia kurang lebih 500 tahun lamanya. Sejak kedatangan bangsa Spanyol dan Portugis tahun 1512-1575 memasuki wilayah nusantara bangsa eropa mulai mengetahui betapa melimpahnya kekayaan alam di wilayah Indonesia. Mereka kemudian melakukan hubungan perdagangan dengan penduduk pribumi nusantara untuk membeli hasil-hasil alam termasuk didalamnya rempah-rempah. Setelah bangsa Portugis dan Spanyol Belanda juga berhasil menemukan wilayah nusantara dan mendarat di Banten pada tahun 1596. Bangsa Belanda merupakan yang paling lama menjajah Indonesia serta mendapat keuntungan yang berlimpah melalui perdagangan hasil-hasil alam di bumi Nusantara. Awalnya Belanda datang hanya untuk kepentingan perdagangan dengan membuat kongsi dagang VOC Vereenigde Oostindische Compagnie pada 20 Maret tahun 1902 oleh Johan van Oldenbarnevelt di Amsterdam Belanda. Seiring berjalannya waktu timbul keinginan Belanda untuk menguasai wilayah nusantara. Bangsa Belanda kemudian menjajah wilayah Indonesia dengan memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia Indonesia.
Pusat VOC di Amsterdam
Penjajahan Belanda di wilayah Indonesia kemudian berakhir dengan kemunculan negara Fasis Jepang. Jepang mulai melakukan Invansi ke wilayah Indonesia yang pertama kali mendarat di tarakan Kalimantan Timur dan Manado pada 11 dan 13 Januari 1942. Serangan demi serangan dilancarkan Jepang ke wilayah Indonesia yang saat itu disebut dengan Hindia Belanda. Pemerintah Hindia Belanda kemudia menyerah tanpa syarat kepada Jepang dengan menandatangani perjanjian di Kalijati pada 8 Maret 1942.  Penjajahan Belanda di Indonesia berakhir bersama dengan penjajahan Jepang di wilayah Indonesia.

Penjajahan Jepang di Indonesi tidak terlalu lama dan hanya berlangsung selama 3,5 Tahun tetapi kesengsaraan yang ditimbulkan  akibat penjajahan Jepang sangat tinggi. Jepang memeras sumber daya Manusia dengan melakukan sistem kerja Romusa untuk memeras kekayaan alam Indonesia. Jepang juga tidak segan melakukan pembantaian jika menentang pemerintah.  Kejahatan genosida Jepang dibuktikan dengan adanya Peristiwa Mandor pembantaian kamum Cendekiawan dan masyarakat pribumi rakyat Kalimantan Barat yang berjumlah 21.037 Jiwa, namun Jepang membantah dan hanya mengakui hanya 1.000 Jiwa saja yang diekseskusi oleh Jepang. Peristiwa Mandor terjadi pada tanggal 28 Juni 1944.

Ambisi Jepang yang sangat tinggi Ingin menguasai dunia akhirnya harus berhadapan dengan pihak Sekutu yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Jepang sangat percaya diri dalam perang setelah berhasil mengalahkan Rusia di Manchuria tahun 1905. Serangan Jepang kemudian dilanjutkan dengan target pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di Pearl Harbor  7 Desember 1941. Akibat serangan Jepang terhadap di Pearl Harbor Jepang harus berhadapan dengan  Amerika Serikat.

Serangan Jepang terhadap Pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbor 7 Desember 1941 menarik reaksi keras Amerika Serikat. Amerika Serikat kemudian membuat strategi pembalasan. Amerika Serikat kemudian merencanakan penyerbuan terhadap pusat Industri Jepang yang mendukung kepentingan Jepang. Dari hasil analisa pihak Amerika Serikat ada dua kota utama yang merupakan pusat Industri Jepang yaitu Hiroshima dan Nagasaki. Untuk melakukan serangan Amerika Serikat mempersiapkan Bom Atom dengan daya ledak yang tinggi. Pesawat yang digunakan bernama Enola Gay menyerang dan menghancurkan kota Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dan Nagasaki tanggal 9 Agustus 1945 dengan Bom Atom yang diberi nama Little Boy.


Hancurnya Kota Hiroshima dan Nagasaki menandai kehancuran Jepang. Pasukan Jepang kemudian ditarik dari daerah-daerah yang berhasil dikuasai termasuk Indonesia. Indonesia kemudian tidak memiliki penguasai Vacuum Power. Kondisi ini menjadi sebuah masalah dari dalam bangsa Indonesia Sendiri mengenai pelaksanaan kemerdekaan. Golongan tua dan golongan muda memiliki pandangan yang berbeda mengenai kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Golongan tua masih terikat dengan janji kemerdekaan yang diberikan Jepang melalui Kiniaki Koiso 2 September 1944. Golongan Pemuda yang telah mengetahui  kekalahan Jepang melalui siaran radio BBC mendesak golongan tua untuk segera melaksanakan proklamasi kemerdekaan. Karena merasa tidak diperhatikan golongan pemuda kemudian menculik Soekarno dan Hatta dan membawa ke sebuah desa kecil yaitu Rengasdengklok dan dikenal dengan Peristiwa Rengasdengklok 16 Agustus 1945.

Kota Hiroshima dan Nagasaki di Bom
Setelah merasa yakin Soekarno dan Hatta akhirnya dikembalikan di Jakarta 16 Agustus 1945 dilanjutkan dengan penyususnan teks Proklamasi Kemerdekaan hingga pukul 04.00 17 Agustus 1945. Penyusunan Teks Proklamasi melibatkan Soekarno menulis teks dengan memperhatikan saran dari  Hatta, dan Ahmad Soebardjo. Naskah Proklamasi berhasil disusun dan diketik oleh Sayuti Melik.
Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno
Pembacaan Naskah Proklamasi Kemerdekaan direncanakan dilapangan IKADA namun diketahui oleh Jepang. Kemudian pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan dilangsungkan didepan kediaman Soeakarno  Jl. Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta tepat jam 10.00 WIB. Proklamasi Kemerdekaan dibacakan oleh Soekarno didampingi Hatta atas nama Bangsa Indonesia. Pengibar bendera ditunjuk Soehud dan Latief Hendraningrat.
Pengibaran Bendera Merah Putih
Untuk membentuk sebuah Pemerintahan kemudian ditunjuk Soekarno sebagai Presiden Indonesia sedangkan Hatta diangkat sebagai wakil Presiden Indonesia. Untuk membantu Presiden dalam menjalankan pemerintahan maka dibentuk Komite Nasional Indonesia. Sebagai Konstitusi negara Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 disahkan sebagai Konstitusi Negara Repubublik Indonesia. Ketetapan-ketetapan tersebut didasarkan pada   sidang PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Sidang PPKI 19 Agustus 1945 memutuskan membentuk 12 kementrian. Untuk meratakan Pelayanan pemerantah kepada masyarakat disemua daerah wilayah Indonesia kemudian dibagi menjadi delapam Provinsi yaitu Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sunda Kecil, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan.
Tugu Proklamasi di Rengasdengklok
Melalui Proses yang cukup panjang akhirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia berhasil dibentuk memasuki bulan Agustus 1945. Setelah berhasil membentuk Pemerintahan Indonesia harus menghadapi gangguan dari dalam negeri dan luar negeri terkait dengan Belanda yang masih berkeinginnan menguasai wilayah Nusantara.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Comments


EmoticonEmoticon