Jatuhnya Orde Baru dan Lahirnya Masa Reformasi Di Indonesia

Comment

Setelah jatuhnya orde baru yang dipimpin oleh Soeharto Indonesia memasuka babak baru yang dikenal dengan masa reformasi. Penyebab jatuhnya kepemimpinan Soeharto pada masa orde baru disebabkan oleh hal berikut:

  1. Krisis Keuangan (Moneter), krisis moneter yang terjadi di Indonesia dimulau tahun 1997 dimana nilai tukar rupiah turun dari Rp 2.575 per USD menjadi Rp 2.603 per USD terus menurut hingga menembus angka 5.000 per USD dan puncaknya pada bulan Desember 1998 menembus angka 16.000 per USD.
  2. Indonesia Terjerat Hutang Luar Negeri kondisi ini menimbulkan berbagai permasalahan sosial dan konflik seperti peristiwa Malapetaka Lima Belas Januari (Malari), operasi Petrus, munculnya korporasi asing dan krisis ekonomi 1998
  3. Penyimpangan terhadap UUD 1945, kekuasaan presiden yang sangat besar menyebabkan: 1) Lembaga pemerintah tidak menjalankan tugasnya sebagai mana mestinya semua yang dikerjakan hanya untuk kepentingan presiden, 2) Pemilu yang tidak demokratis, 3) Pembatasan hak hak politik rakyat, seperti hak berserikat, berkumpul, dan berpendapat, 4) Terjadi korupsi, kolusi, dan nepotisme, 5) terjadinya krisis multidimensi.
  4. Penyederhanaan partai politik di Indonesia menjadi tiga partai PPP, PDI dan Golongan Karya dan munculnya Dwifungsi ABRI atau fungsi ganda ABRI yaitu: 1) Menjaga keamanan dan ketertiban negara, 2) Memegang kekuasaan dan mengatur negara, menyebabkan masalah politik dimana aspirasi rakyat tidak tersalurkan.
  5. Krisis Kepercayaan terjadi karena masyarakat sudah tidak percaya kepada pemerintah hingga muncul gerakan demonstrasi. Mahasiswa Trisakti juga melakukan demonstrasi damia pada 2 mei 1988 namun di nodai oleh penembakan oleh aparat terhadap empat mahasiswa Trisakti yakni Hendriawan Sie, Heri Hartanto, Elang Mulya Lesmana, dan Hafidin Royan peristiwa ini dikenal dengan tragedi trisakti. 
    Suasana Demonstrasi Mahasiswa Trisakti
Pada puncaknya tepatnya tanggal 21 Mei 1998 Soeharto mengundurkan diri sebagai presiden Republik Indonesia sekaligus menandakan berakhirnya rezim orde baru. Sisa waktu jabatan Soeharto yang belum di jalankan oleh BJ Habibie yang tadinya menjabat sebagai wakil presiden. Masa Reformasi kemudian dibagi menjadi beberapa pemerintahan yaitu:
  1. Pemerintahan BJ Habbie 21 Mei 1998 - 20 Oktober 1999
  2. Pemerintahan KH Abdurrahman Wahid 20 Oktober 1999 - 23 Juli 2001
  3. Pemerintahan Megawati Soekarnoputri 23 Juli 2001 - 20 Oktober 2004
  4. Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono 20 Oktober 2004 - 20 Oktober 2014
  5. Pemerintahan Joko Widodo 20 Oktober 2014 hingga sekarang
Dalam perkembangan kepemimpinan di Indonesia selalu terjadi peningkatan peningkatan dengan keberhasil masing-masing masa pemerintahan tersebut. Intinya siapapun presiden Indonesia harus bisa merawat keberagaman, kesejahteraan, dan keadilan disetiap aspek kehidupan bangsa Indonesia.

Makna Proklamasi Kemerdekaan Bagi Bangsa Indonesia

Comment

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia merupakan tonggak awal perjuangan bangsa Indonesia untuk mewujudkan kemerdekaan seutuhnya bagi seluruh rakyat Indonesia. Jika kita perhatikan isi pembukaan UUD 1945 yang berbunyi " Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya". Berdasarkan bunyi pembukaan UUD 1945 alinea ke-3 tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa:

  1. Kemerdekaan Indonesia terjadi karena rahmat, berkat dari Tuhan Yang Maha Esa
  2. Kemerdekaan Indonesia terjadi karena bangsa Indonesia menginginkan kehidupan berbangsa yaitu bangsa Indonesia
  3. Adanya tekad atau keinginan yang kuat tersebut seluruh bangsa Indonesia berjuang untuk mewujudkan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia 

Perjuangan bangsa Indonesia yang tanpa lelah akhirnya membuahkan hasil dengan di proklamasikannya kemerdekaan tangga 17 Agustus 1945 oleh Soekarno. Proklamasi kemerdekaan tersebut memiliki makna yang mendalam bagi bangsa Indonesia. Makna proklamasi kemerdekaan bagi bangsa Indonesia yaitu:

  1. Proklamasi kemerdekaan Indonesia  merupakan puncak perjuangan bangsa Indonesia mengusir penjajah untuk mendapatkan hak sebagai bangsa yang merdeka tidak ditindas bangsa , memiliki kedudukan yang sederajat dengan bangsa lain didunia ini. 
  2. Proklamasi kemerdekaan Indonesia tahap awal lahirnya negara Indonesia ini berarti bahwa hukum kolonial (penjajah) sudah tidak berlaku lagi dan diganti dengan hukum Nasional Proklamasi merupakan amanat pedndiritan rakyat untuk mewujudkan tujuan negara Indonesia sesuai yang tercantum pada UUD 1945 yaitu : mewujudkan kehidupan bernegara, melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdasakan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial.
  3. Proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah jembatan emas bagi bangsa Indonesia untuk mengisi kemerdekaan Indonesia, membentuk Negara yang merdeka berdaulat pemerintahan yang diakui oleh rakyatnya sehinga dapat mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. 
    Suasana Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Tercapainya kemerdekaan memiliki makna yang mendalam bagi bangsa Indonesia lebih khususnya dalam bidang politik, ekonomi, dan budaya. Berikut penjelasannya:
  1. Makna kemerdekaan Indonesia dalam bidang politik  memiliki kedaulatan rakyat yaitu pengakuan dari rakyat Indonesia mengakaui adanya pemerintahan Indonesia sebagai kekuasaan pemerintahan tertinggi.
  2. Makna kemerdekaan Indonesia dalam bidang ekonomi yaitu Indonesia berhak mengatur perekonomian berdasarkan UUD 1945 untuk kesejahteraan seluruh rakyat.
  3. Makna kemerdekaan Indonesia dalam bidang budaya yaitu Indonesia memiliki hak untuk mengembangkan dan mengembangkan budaya Indonesia yang merupakan jati diri Indonesia.
Namun proklamasi kemerdekaan Indonesia bukanlah akhir dari perjuangan bangsa Indonesia. Perjuangan tetap berlangsung baik secara fisik maupun diplomasi hingga di selenggarakannya Konferensi Menja Bundar (KMB) di Den Haag Belanda tanggal 23 Agustus – 2 November 1949 salah satu isinya mengakui kedaulatan Indonesia beserta wilayah kekuasaaan bangsa Indonesia.

Peran Tokoh Nasional dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia

Comment
Kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari peran tokoh nasional yang didukung oleh seluruh rakyat Indonesia. Tokoh-tokoh nasional dengan perjuangannya mereka kemudian disebut sebagai pahlawan nasional yang yang diperingati setiap 10 November. 10 November adalah tanggal terjadinya perjuangan rakyat Surabaya dipimpin oleh Bung Tomo Tahun 1945 menghadapai tentara Nederlandsch Indie Civil Administratie (NICA). 10 November ditetapkan sebagai hari pahlawan oleh Presiden Soekarno melalui Keputusan Presiden No. 361 Tahun 1959. Tokoh-tokoh nasional sebagai pahlawan bangsa Indonesia yaitu:
  1. Ir. Soekarno lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901 meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun. Soekarno aktif dalam kegiatan politik ada beberapa hal penting yang dilakukan soekarno bagi Indonesia: 1) Mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) serta anti terhadap penjajahan, 2) Memperkenalkan dasar Indonesia merdeka dengan sebutan Pancasila dalam rapat BPUPKI 1 Juni 1945, 3) Memproklamasikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia 17 Agustus 1945, 4) Sebagai Presiden Pertama Indonesia. 

  2. Moh. Hatta lahir dengan nama Mohammad Athar di Fort de Kock, Hindia Belanda, 12 Agustus 1902 meninggal di Jakarta 14 Maret 1980 pada umur 77 tahun. Peran Mohammad Hatta bagi bangsa Indonesia: 1) Merumuskan Teks Proklamasi kemerdekaan Indonesia, 2) Mendampingi Soekarni meproklamasikam kemerdekaan Indonesia, 3) Menjadi wakil presiden pertama Indonesia, 4) Memperjuangkan Terlangsanakannya Konferensi Meja Bundar hingga pengakuat kedaulatan Indonesia oleh Belanda. 

  3. Sutomo (Bung Tomo) lahir di Surabaya, Jawa Timur, 3 Oktober 1920 – meninggal di Padang Arafah, Arab Saudi, 7 Oktober 1981 pada umur 61 tahun. Sutomo adalah seorang pemimpin perjuangan rakyat Surabaya melawan NICA yang mendukung Belanda menduduki Indonesia kembali. Perlawanan Rakyat Surabaya yang dipimpin Sutomo di kenal dengan Pertempuran Surabaya 10 November 1945.
  4. Sutan Syahrir lahir di Padang Panjang, Sumatra Barat, 5 Maret 1909 meninggal di Zurich, Swiss, 9 April 1966 pada umur 57 tahun. Peran Sutan Syahrir bagi Indonesia 1) Sebagai seorang Diplomat handal dalam beberapa pertemuan seperti Perudingan Hoge Vallue dan Perundingan Linggarjati, 2) Menjadi Wakil Indonesia dalam Konferensi Hubungan Asia di New Delhi 23 Maret-2 April 1947. 3) Menjadi Perwakilan Indonesia dalam Sidang Keamanan PBB membahas tentang agresi militer Belanda I. 
  5. Tan Malaka lahir di Nagari Pandam Gadang, Gunuang Omeh, Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, 2 Juni 1897 – meninggal di Desa Selopanggung, Kediri, Jawa Timur, 21 Februari 1949 pada umur 51 tahun. Peran Tan Malaka dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia: 1) Mendirikan Sekolah bagi rakyat Pribumi, 2) Menentang Perbudakan/buruh dengan upah murah untuk mewujudkannya Tan Malaka Bergabung dalam Partai Komunis namun pada akhirnya memutuskan hubungan dengan PKI. 
  6. Soedirman lahir di Purbalingga, 24 Januari 1916 – meninggal di Magelang, 29 Januari 1950 pada umur 34 tahun. Jendral Soedirman adalah pemimpin gerakan gerilia Indonesia melawan agresi Militer Belanda II dimana tokoh-tokoh penting Indonesia berhasil ditangkap belanda dan Ibu Kota Yogyakarta berhasil dikuasai Belanda. Berkat Perjuangannya Indonesia mampu membalikan keadaan dan memenangkan pertempuran. 
  7. Agus Salim lahir di Koto Gadang, Agam, Sumatra Barat, Hindia Belanda, 8 Oktober 1884 – meninggal di Jakarta, Indonesia, 4 November 1954 pada umur 70 tahun. Peran Agus Salim dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia diantaranya: 1) Perwakilan Indonesia dalam perundingan pendahuluan di Jakarta 23 Oktober 1945 membahas konflik Indonesia-Belanda. 2) Memperjuangkan pengakuan kedaulatan Indonesia oleh negara-negara Arab seperti Mesir, Suriah, Lebanon, Yaman, dan Arab Saudi. 

  8. Mohammad Natsir lahir di Alahan Panjang, Lembah Gumanti, kabupaten Solok, Sumatra Barat, 17 Juli 1908 – meninggal di Jakarta, 6 Februari 1993 pada umur 84 tahun. Peran Mohammad Natsir Peran Mohammad Natsir bagi Kemerdekaan Indonesia memulihkan kutuhan bangsa Indonesia yang sebelumnya berbentuk serikat, 2) Memulihkan hubungan Indonesia-Malaysia. 

  9. Prof. Mr. Mohammad Yamin, S.H. (lahir di Talawi, Sawahlunto, Sumatra Barat, 24 Agustus 1903 – meninggal di Jakarta, 17 Oktober 1962 pada umur 59 tahun). Peran Moh. Yamin diantaranya: 1) Mengusulkan dasar negara 31 Mei 1945, 2) Menjadi Anggota aktif BPUPKI. 

  10. Ki Hadjar Dewantara lahir di Pakualaman, 2 Mei 1889 – meninggal di Yogyakarta, 26 April 1959 pada umur 69 tahun. Peran dari Ki Hadjar Dewantara dalam kemerdekaan Indonesia diantaranya: 1) Menjadi Jurnalis dan mengkritisi kebijakan Belanda bersama Dr. Cipto Mangunkusumo, dan Dr. E.F.E. Douwes Dekker, ditangkap dan ditahan dalam penjara, 2) Mendirikan Perguruan Taman Siswa 3 Juli 1922, 

  11. Kiai Haji Mohammad Hasjim Asy'arie bagian belakangnya juga sering dieja Asy'ari atau Ashari (lahir di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, 14 Februari 1871 – meninggal di Jombang, Jawa Timur, 21 Juli 1947 pada umur 76 tahun; 24 Dzul Qo'dah 1287 H - 7 Ramadhan 1366 H; dimakamkan di Tebu Ireng, Jombang. Peran Kiai Haji Mohammad Hasjim Asy'arie bagi kemerdekaan Indonesia diantaranya: 1) Mendirikan Laskar Hizbullah Laskar Hizbullah (Tentara Allah) didirikan menjelang akhir pemerintahan Jepang 8 Desember 1944, 2) Kiai Hasyim para 17 September 1945 beliau mengeluarkan fatwa jihad yang berisikan ijtihad bahwa perjuangan membela tanah air sebagai suatu jihad fi sabilillah.

  12. Abdul Haris Nasution (lahir di Kotanopan, Sumatra Utara, 3 Desember 1918 – meninggal di Jakarta, 6 September 2000 pada umur 81 tahun. Abdul Haris Nasution adalah seorang Jendral angkatan Darat yang berhasil selamat dari Gerakan G 30/SPKI sehingga rencana PKI untuk melakukan Kudeta berhasil diketahui oleh Pemerintah dan melakukan tindakan perlawanan terhadap PKI dan memberantas PKI. 
  13. H. Adam Malik Batubara (lahir di Pematangsiantar, Sumatra Utara, 22 Juli 1917 – meninggal di Bandung, Jawa Barat, 5 September 1984 pada umur 67 tahun. Peran adam malik dalam kemerdekaan Indonesia : 1) Ikut sebagai pasukan gerilya bersama Sukarni, Chaerul Saleh, dan Wikana, ia pernah membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. 2) Sebagai Wakil Presiden Indonesia yang Ke- 3. 

  14. Raden Dewi Sartika lahir di Cicalengka, Bandung, 4 Desember 1884 – meninggal di Cineam, Tasikmalaya, 11 September 1947 pada umur 62 tahun. Perjuangan Raden Dewi Sartika yaitu mendirikan sekolah bagi Wanita dengan pengajaran diajarkan berhitung, membaca, menulis, menjahit, merenda, menyulam, dan pelajaran agama. 
  15. Cut Nyak Dhien (ejaan lama: Tjoet Nja' Dhien, Lampadang, Kerajaan Aceh, 1848 – Sumedang, Jawa Barat, 6 November 1908. Cut Nyak Dhien adalah seorang Istri Pejuang Aceh Teuku Umar mereka bersama-sama berjuang melawan  dan mengusir Belanda keluar dari Aceh. 

  16. Raden Adjeng Kartini (lahir di Jepara, Hindia Belanda, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Hindia Belanda, 17 September 1904 pada umur 25 tahun. Raden Ajeng Kartini adalah seorang Tokoh Emansipasi wanita di Indonesia memperjuangkan kesamaan hak kedudukan/derajat wanita dengan kaum laki-laki. 

  17. Pangeran Harya Dipanegara (atau biasa dikenal dengan nama Pangeran Diponegoro, lahir di Ngayogyakarta Hadiningrat, 11 November 1785 – meninggal di Makassar, Hindia Belanda, 8 Januari 1855 pada umur 69 tahun. Peran Pangeran Diponegoro dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia adalah sebagai pemimpin dalam menghadapi Belanda. Perang Antara Diponegoro bersama pasukannya Melawan Belanda di Kenal dengan sebutan Perang Diponegoro 1825-1830. 

Lahirnya Supersemar Jatuhnya Orde Lama Menjadi Orde Baru

Comment

Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret)  adalah surat yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh presiden Sukarno kepada Letjen Soeharto pada tanggal 11 Maret 1966. Supersemar adalah langkah penting presiden Sukarno dalam rangka mengendalikan dan menertibkan kondisi negara yang sedang bergejolak mengarah kepada konflik dan perpecahan di sebabkan oleh peristiwa G30S/PKI. Supersemar menjadi tonggak awal berakhirnya orde lama (Soekarno) dan munculnya orde baru (Soeharto).

Presiden Sukarno pada masa demokrasi terpimpin dengan kebijakan politik nasakom (Nasionalis, Agama, dan Komunis) seolah-olah menunjukan adanya keterlibatannya dalam peristiwa G30S/PKI. Pergerakan masa dalam aksi demonstrasi tidak dapat dibendung dengan tingkat kepercayaan terhadap pemerintah yang semakin menurun di pelopori oleh organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia pada 12 Januari 1966 yang tergabung dalam fornt pancasila dengan beberapa organisasiyang ikut bergabung diantaranya:

  1. Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI)
  2. Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI)
  3. Kesatuan Aksi Buruh Indonesia (KABI)
  4. Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia (KASI)
  5. Kesatuan Aksi Wanita Indonesia (KAWI)
  6. Kesatuan Aksi Guru Indonesia (KAGI)

Tuntutan dalam aksi demonstrasi didepat gedung DPR-GR tersebut dikenal dengan Tritura atau Tiga Tuntutan Rakyat:

  1. Pembubaran PKI dan Ormas-ormasnya
  2. Perombakan Kabinet Dwikora
  3. Turunkan Harga

Surat Supersemar

Tanggal 21 Februari 1966 presiden Sukarno mengganti kabinet (Reshuffle Kabinet). Kabinet yang baru dibentuk tersebut ditentang keras oleh mahasiswa yang semakin meningkatkan aksi demonstrasi menghalangi pelantikan menteri-menteri baru. Dalam aksi tersebut bentrokan antara para demonstran dengan Pasukan Pengawal Presiden (Residen Tjakrabirawa) menimbulkan korban dikalangan mahasiswa yaitu Arif Rahman Hakim. Karen Insiden tersebut organisasi KAMI dibubarkan karena dianggap menimbulkan keresahan dan mengganggu ketertiban masyarakat. Namun perjuangan mahasiswa tidak dapat dipadamkan mereka terus berjuang agar tuntutan mereka didengarkan dan diterima oleh pemerintah.

Gelombang demonstrasi yang semakin masif dilakukan sehingga menimbulkan kekacauan ditengah masyarakat. Melihat kondisi yang semakin kacau dan ketidak berdayaan Sukarno dalam menertibkan suasana, ia kemudian mengeluarkan mandat/perintah kepada Mayor Jendral Suharto yang saat itu menjabat sebagai panglima angkatan darat untuk mengambil langkah-langkah strategis untuk memulihkan keamanan dan ketertiban masyarakat. Surat yang dikeluarkan Soekarno kepada Soeharto dikenal dengan Supersemar (surat perintah sebelas maret) tanggal 11 Maret 1966. Soeharto kemudian membubarkan dan melarang PKI beserta ormas-ormas yang terindikasi berada dibawah naungan PKI. 

Pelantikan Soeharto

Pada 12 Maret 1966 MPRS mengadakan sidang istimewa menetapkan Soeharto sebagai presiden Indonesia selanjutnya pada 27 Maret 1968 dikukuhkan sebagai presiden penuh. Soeharto kemudian melaksanakan penataan stabilitas politik dengan beberapa kebijakan yang dilakukan diantaranya:

  1. Mengembalikan politik luar negeri Indonesia dengan prinsif bebas aktif
  2. Pemulihan hubungan dengan Malaysia 11 Agustus 1966
  3. Indonesia kembali menjadi Anggota PBB
  4. Mempelopori pembentukan ASEAN
  5. Menyederhanakan partai politik
  6. Mengadakan pemilihan umum
  7. Mengamalkan kembali pancasila dengan P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila)
  8. Kebijakan politik Dwi Fungsi ABRI

Keberhasilan Orde Baru mengatasi permasalahan dalam negeri seperti keamanan, politik dan ekonomi menjadi catatan prestasi tersendiri bagi Indonesia pada  kepemimpinan Soeharto. Namun prestasi yang dicapai tidak diikuti dengan akhlak dan mental yang baik sehingga terjadi banyak praktek KKN menyebabkan krisis multi dimensi di Indonesia dan mengakibatkan Orde Baru harus tumbang dan diganti dengan masa Reformasi.

Nilai Budaya Masa Praaksara di Indonesia

Comment

Keragaman masyarakat Indonesia menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia sehingga menghasilkan berbagai nilai-nilai budaya. Nilai Budaya sendiri merupakan tolak ukur kebiasaan yang dilakukan  turun-temurun oleh masyarakat sehingga setiap penyimpangan atau perubahan dalam nilai tersebut akan terlihat. Di Indonesia sendiri ada 6 nilai budaya  masa praaksara di Indonesia yaitu:

  1. Nilai Religius
  2. Nilai Gotong Royong
  3. Nilai Musyawarah
  4. Nilai Keadilan
  5. Tradisi Bercocok Tanam
  6. Tradisi Bahari (Pelayaran)  
Nilai Religius pada masa praaksara di Indonesia sebenarnya masih dilakukan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Nilai religus tersebut terlihat dari adanya kebiasaan masyarakat seperti melakukan ziarah pada makam leluhur melakukan upacara sesajen untuk memuja roh nenek moyang. Sampai sekarang kebiasaan sebagian masyarakat masih sangat meyakini adanya sebuah benda yang memiliki kekuatan gaib misalnya senjata pusaka, jimat dan masih banyak lagi. Nilai Religus budaya masa praaksara di Indonesia yaitu kepercayaan akan roh nenek moyang (Animisme) dengan diikuti oleh adanya media/sarana untuk melakukan pemujaan dan memiliki kekuatan gaib (Dinamisme).
Dolmen meja batu meletakkan persembahan
untuk roh nenek moyang
Nilai gotong royong pada masyarakat praaksara di Indonesia terlihat dari cara hidup masyarakat saat itu yang masih berpindah-pindah. Mereka harus bekerja sama (Gotong royong) untuk menggumpulkan makanan misalnya saat berburu. Mengapa berburu harus bergotong royong? tentunya saja gotong royong diperlukan yang disebabkan oleh keterbatasan alat yang digunakan untuk berburu. Kebiasaan atau budaya gotong-royong masih tetap hidup didalam kehidupan masyarakat Indonesia seperti memperbaikan jalan, membangun rumah yang biasanya di lakukan saat pendirian batu pertama.

Nilai musyawarah masyarakat Indonesia masa praaksara dilakukan saat pemilihan pemimpin suatu kelompok masyarakat (Kepala Suku). Seperti kita ketahui bahwa Kepala Suku adalah bentuk pemerintahan asli dari Indonesia  jika ditinjau dari jumlah suku yang ada di Indonesia tentu banyak sekali pemimpin masyarakat pada masa praaksara. Selain digunakan untuk memilih pemimpin kelompok masyarakat (Kepala Suku) musyawarah juga dilakukan untuk mencari solusi atau pemecahan masalah yang dihadapai.
Kepala Suku Papua
Kehidupan masyarakat pada masa praaksara yang sangat bergantung pada alam dengan keterbatasan alat kehidupan mendorong adanya kehidupan bersama dan gotong rorong. Dalam kehidupan bergotong royong tersebut terlihat adanya nilai keadilan pada masayarakat praaksara Indonesia dimana adanya pembagian kerja sesuai dengan kemampuan dan mampu dilakukan oleh seseorang. Contoh sederhana dari nilai keadilan dalam pembagian kerja seorang laki-laki melakukan tugas berburu dan wanita mengumpulkan tumbuh-tumbuhan misal jamur atau mengumpulkan sayur-sayuran.

Kehidupan masyarakat praaksara yang tadinya masih ketergantungan terhadap mulai berfikir memproduksi kebutuhannya sehingga kemudian mulai berfikir untuk bercocok tanam. Kemampuan berfikir masyarakat juga semakin berkembang yang mampu menghasilkan teknologi sehingga tercipta alat untuk pertanian seperti beliung persegi. Ditemukannya alat pertanian tersebut mendukung masyarakat pada masa praaksara dalam bercocok tanam. Teknik bercocok tanam yang dilakukan yaitu Huma (Ladang berpindah-pindah)
Beliung Persegi
Keberhasilan masyarakat masa praaksara dalam teknologi menghasilkan alat kehidupan terbuat dari logam masayarakat praaksara juga berhasil menciptakan tekonlogi transportasi perlayaran (tradisi bahari) perahu bercadik. Perahu bercadik adalah transportasi yang dihasilkan oleh masyarakat Indonesia digunakan untuk kegiatan perlayaran antar pulau. Kegiatan perlayaran bukanlah hal yang mudah dilakukan namun masyarakat masa praaksara sudah memahami ilmu astronomi untuk mengentahui cuaca dan perbintangan sebagai navigasi atau petunjuk arah.

Menolak Lupa Ancaman PKI Terhadap kehidupan Bangsa Indonesia

Comment
PKI atau Partai Komunis Indonesia merupakan sebuah partai politik yang pernah berkembang di Indonesia setelah Uni Soviet dan Tiongkok. PKI sendiri memegang teguh ideologi komunis yang pertama kali berkembang di dunia tahun 1948 dicetuskan oleh Karl Marx dan Friedrich Engels dalam manifesto politik. Manifesto politik berisi teori analisis pendekatan untuk memperjuangan kelas bawah masyarakat seperti petani dan buruh. untuk mencapai kemakmuran ekonomi. Hal ini disebabkan timbulnya kesenjangan ekonomi di eropa antara pengusaha (kapitalis) dan pekerja (Buruh) ditambah para penguasa yang lebih memperkaya diri dibanding memperjuangkan nasib parah buruh dan petani dengan ekonomi yang lemah. Manifesto politik kemudian mampu mendorong terbentuknya gerakan politik sosialis-komunisme Uni Soviet yang paling berpengaruh di dunia setelah liberalisme-kapitalisme Amerika Serikat.

Di Indonesia Komunis pertama kali diperkenalkan oleh Semaun orang Indonesia yang memiliki kedekatan dengan Hendricus Josephus Franciscus Marie Sneevliet (Henk Sneevliet) seorang Komunis Belanda yang terlibat dalam perlawanan komunis terhadap pendudukan Jerman atas Belanda pada masa Perang Dunia II. Hendricus Josephus Franciscus Marie Sneevliet (Henk Sneevliet) dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati oleh Jerman pada tahun 1942.
Henk sneevliet
Semaun awalnya merupakan anggota dari organisasi Sarikat Islam (SI). Tahun 1921 muncul perbedaan Ideologi ditubuh Sarikat Islam akibat adanya agitasi golongan komunis melalui tokoh Semaun dan Darsono ke dalam tubuh SI. organisasi harus terbagi menjadi 2 (dua) yaitu Sarikat Islam Putih dipimpin oleh HOS Cokroaminoto dengan ideologi Pan-Islamisme dan Sarikat Islam Merah dipimpin oleh Seamun dengan Ideologi Komunisme.

PKI menjalankan manuver politik semakin radikal dengan keinginan mengantikan ideologi Pancasila dengan Ideologi Komunis. Sikap PKI semakin brutal dengan berbagai aksi sepihak yang meresahkan masyarakat. Puncaknya PKI melakukan gerakan pemberontak pertama di Madiun 18 September 1948. Pemberontakan PKI di Madiun berhasil ditumpas Dengan kegigihan TNI dan Polisi serta bantuan masyarakat akhirnya Madiun dapat direbut kembali dari tangan PKI. Dalam serangan ini Amir Syarifudin akhirnya tewas tertembak. Setelah berhasil merebut Madiun kemudian TNI dan Polri melakukan pembersihan dan pengejaran terhadap anggota PKI yang melarikan diri. Operasi pembersihan unsur PKI di Madiun dinyatakan selesai memasuki Desember 1948.
Penangkapan partisipan PKI Madiun
Walaupun pemberontak PKI Madiun berhasil ditumpas PKI terus bergerak menebar pengaruhnya dikalangan masyarakat. Setelah berhasil dan banyak mendapatkan simpatisan dari kalangan masyarakat akhirnya PKI berhasil menjadi sebuah partai besar dan ikut dalam pemilihan pertama pada tahun 1955. 

Pemilihan Umum (Pemilu) pertama di Indonesia tahun 1955 Partai Komunis Indonesia (PKI) berhasil menjadi partai terbesar ke-4 setelah Nahdlatul 'Ulama, Masyumi, dan PNI. PKI terus menebar pengaruhnya untuk mendapat simpati dan dukungan dari masyarakat. Kebijakan politik Nasakom (Nasionalis, Agama dan Komunis) Sukarno saat itu semakin menguntungkan posisi PKI di pemerintahan pada masa demokrasi terpimpin di Indonesia.
Aidit
Setelah PKI merasa sudah cukup kuat PKI melakukan Provokasi terhadap terhadap pimpinan TNI Angkatan Darat dan Dewan Jendral dituduh akan melakukan kudeta terhadap Presiden Soekarno pada saat peringatan ulang tahun ABRI 5 Oktober 1965. Provokasi dilakukan kembali kepada Dewan Jendral dengan menyatakan Dewan Jendral sebagai agen Nekolim (Amerika Serikat atau Ingris). Merasa dituduh oleh PKI kemudian satuan ABRI melakukan pembalasan dengan menuduh PKI sendiri yang akan melakukan perebutan kekuasaan.

Setelah segala persiapan dirasa telah cukup PKI mengambil keputusan untuk melaksanakan kudeta pada tanggal 30 September 1965. Gerakan 30 September 1965 merupakan operasi militer secara fisik yang dipimpin oleh Kolonel Untung Komandan Batalion Resimen Cakrabirawa. Kemudian Kolonel Untung memerintahkan kepada pasukan militernya untuk melaksanakan kudeta pada tanggal 1 Oktober 1965 dini hari. Serangan akhirnya dilaksanakan dengan melakukan aksi penculikan terhadap 6 Perwira dan Perwira Pertama Angkatan Darat. Mereka disiksa dan dibunuh kemudian dibawa ke Lubang Buaya Markas PKI yang terletak sebelah selatan pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma. 

Untuk menghilangkan Jejak pembunuhan agar tidak diketahui oleh pemerintahan Republik Indonesia Jasad para Perwira ini dibuang kedalam sebuah sumur tua di Lubang Buaya kemudian ditutupi dengan tumpukan sampah. Korban banyak berjatuhan dari tubuh TNI angkatan darat diataranya Letnan Jendral Ahmad Yani, Mayor Jendral R. Soeprapto, Mayor Jendral Haryono Mas Tirtodarmo, Mayor Jendral Suwondo Parman, Brigadir Jendral Donald Izacus Panjaitan, Brigadir Jendral Soetojo Siswomiharjo, Letnan Sati Pierre Andreas Tendean, Yogyakarta dipimpin oleh Mayor Mulyono yang berhasil Kolonel Katamso dan Letnan Kolonel Sugijono mereka kemudian terbunuh oleh para penculik di desa Kentungan sebelah utara kota Yogyakarta. Di Yogyakarta Kolonel Katamso dan Letnan Kolonel Sugijono terbunuh oleh para penculik di desa Kentungan sebelah utara kota Yogyakarta.

Keberadaan PKI di Indonesia mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara dan sangat bertentangan dengan ideologi Pancasila. Karl Marx dengan paham Komunisme berniat menciptakan masyarakat yang lebih adil, tidak mengenal kelas, mengutamakan hak setiap orang (kolektif), serta tidak bergantung kepada Tuhan dan agama. Jelas sekali Komunis tidak cocok hidup dan berkembang di Indonesia ideologi pancasila saja ingin mereka gantikan dengan komunis, para jendral mereka buru dan dibunuh, apa lagi dengan kita masyarakat biasa. Jangan sampai sejarah kelam PKI terulang kembali tetapi biarlah sejarah menuntun kita menjalankan kehidupan bernegara lebih bijaksana dengan semakin tingginya rasa toleransi sesama warga negara Indonesia.

Proklamasi Kemerdekaan dan Pembentukan Pemerintahan Indonesia

Comment
Proklamasi kemerdekaan dan pembentukan pemerintahan Indonesia melalui proses yang sangat panjang. Perjuangan demi perjuangan sudah dilakukan untuk mengusir para penjajah dari bumi pertiwi. Perjuangan fisik dan perjuangan diplomasi pada akhirnya mengantarkan Indonesia kedalam kemerdakaan setelah proklamasi kemerdekaan sehari setelahnya tanggal 18 Agustus 1945 terbentuk pemerintahan Indonesia secara konstitusional. 

Penjajahan di wilayah Indonesia berusia kurang lebih 500 tahun lamanya. Sejak kedatangan bangsa Spanyol dan Portugis tahun 1512-1575 memasuki wilayah nusantara bangsa eropa mulai mengetahui betapa melimpahnya kekayaan alam di wilayah Indonesia. Mereka kemudian melakukan hubungan perdagangan dengan penduduk pribumi nusantara untuk membeli hasil-hasil alam termasuk didalamnya rempah-rempah. Setelah bangsa Portugis dan Spanyol Belanda juga berhasil menemukan wilayah nusantara dan mendarat di Banten pada tahun 1596. Bangsa Belanda merupakan yang paling lama menjajah Indonesia serta mendapat keuntungan yang berlimpah melalui perdagangan hasil-hasil alam di bumi Nusantara. Awalnya Belanda datang hanya untuk kepentingan perdagangan dengan membuat kongsi dagang VOC Vereenigde Oostindische Compagnie pada 20 Maret tahun 1902 oleh Johan van Oldenbarnevelt di Amsterdam Belanda. Seiring berjalannya waktu timbul keinginan Belanda untuk menguasai wilayah nusantara. Bangsa Belanda kemudian menjajah wilayah Indonesia dengan memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia Indonesia.
Pusat VOC di Amsterdam
Penjajahan Belanda di wilayah Indonesia kemudian berakhir dengan kemunculan negara Fasis Jepang. Jepang mulai melakukan Invansi ke wilayah Indonesia yang pertama kali mendarat di tarakan Kalimantan Timur dan Manado pada 11 dan 13 Januari 1942. Serangan demi serangan dilancarkan Jepang ke wilayah Indonesia yang saat itu disebut dengan Hindia Belanda. Pemerintah Hindia Belanda kemudia menyerah tanpa syarat kepada Jepang dengan menandatangani perjanjian di Kalijati pada 8 Maret 1942.  Penjajahan Belanda di Indonesia berakhir bersama dengan penjajahan Jepang di wilayah Indonesia.

Penjajahan Jepang di Indonesi tidak terlalu lama dan hanya berlangsung selama 3,5 Tahun tetapi kesengsaraan yang ditimbulkan  akibat penjajahan Jepang sangat tinggi. Jepang memeras sumber daya Manusia dengan melakukan sistem kerja Romusa untuk memeras kekayaan alam Indonesia. Jepang juga tidak segan melakukan pembantaian jika menentang pemerintah.  Kejahatan genosida Jepang dibuktikan dengan adanya Peristiwa Mandor pembantaian kamum Cendekiawan dan masyarakat pribumi rakyat Kalimantan Barat yang berjumlah 21.037 Jiwa, namun Jepang membantah dan hanya mengakui hanya 1.000 Jiwa saja yang diekseskusi oleh Jepang. Peristiwa Mandor terjadi pada tanggal 28 Juni 1944.

Ambisi Jepang yang sangat tinggi Ingin menguasai dunia akhirnya harus berhadapan dengan pihak Sekutu yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Jepang sangat percaya diri dalam perang setelah berhasil mengalahkan Rusia di Manchuria tahun 1905. Serangan Jepang kemudian dilanjutkan dengan target pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di Pearl Harbor  7 Desember 1941. Akibat serangan Jepang terhadap di Pearl Harbor Jepang harus berhadapan dengan  Amerika Serikat.

Serangan Jepang terhadap Pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbor 7 Desember 1941 menarik reaksi keras Amerika Serikat. Amerika Serikat kemudian membuat strategi pembalasan. Amerika Serikat kemudian merencanakan penyerbuan terhadap pusat Industri Jepang yang mendukung kepentingan Jepang. Dari hasil analisa pihak Amerika Serikat ada dua kota utama yang merupakan pusat Industri Jepang yaitu Hiroshima dan Nagasaki. Untuk melakukan serangan Amerika Serikat mempersiapkan Bom Atom dengan daya ledak yang tinggi. Pesawat yang digunakan bernama Enola Gay menyerang dan menghancurkan kota Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dan Nagasaki tanggal 9 Agustus 1945 dengan Bom Atom yang diberi nama Little Boy.


Hancurnya Kota Hiroshima dan Nagasaki menandai kehancuran Jepang. Pasukan Jepang kemudian ditarik dari daerah-daerah yang berhasil dikuasai termasuk Indonesia. Indonesia kemudian tidak memiliki penguasai Vacuum Power. Kondisi ini menjadi sebuah masalah dari dalam bangsa Indonesia Sendiri mengenai pelaksanaan kemerdekaan. Golongan tua dan golongan muda memiliki pandangan yang berbeda mengenai kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Golongan tua masih terikat dengan janji kemerdekaan yang diberikan Jepang melalui Kiniaki Koiso 2 September 1944. Golongan Pemuda yang telah mengetahui  kekalahan Jepang melalui siaran radio BBC mendesak golongan tua untuk segera melaksanakan proklamasi kemerdekaan. Karena merasa tidak diperhatikan golongan pemuda kemudian menculik Soekarno dan Hatta dan membawa ke sebuah desa kecil yaitu Rengasdengklok dan dikenal dengan Peristiwa Rengasdengklok 16 Agustus 1945.

Kota Hiroshima dan Nagasaki di Bom
Setelah merasa yakin Soekarno dan Hatta akhirnya dikembalikan di Jakarta 16 Agustus 1945 dilanjutkan dengan penyususnan teks Proklamasi Kemerdekaan hingga pukul 04.00 17 Agustus 1945. Penyusunan Teks Proklamasi melibatkan Soekarno menulis teks dengan memperhatikan saran dari  Hatta, dan Ahmad Soebardjo. Naskah Proklamasi berhasil disusun dan diketik oleh Sayuti Melik.
Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno
Pembacaan Naskah Proklamasi Kemerdekaan direncanakan dilapangan IKADA namun diketahui oleh Jepang. Kemudian pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan dilangsungkan didepan kediaman Soeakarno  Jl. Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta tepat jam 10.00 WIB. Proklamasi Kemerdekaan dibacakan oleh Soekarno didampingi Hatta atas nama Bangsa Indonesia. Pengibar bendera ditunjuk Soehud dan Latief Hendraningrat.
Pengibaran Bendera Merah Putih
Untuk membentuk sebuah Pemerintahan kemudian ditunjuk Soekarno sebagai Presiden Indonesia sedangkan Hatta diangkat sebagai wakil Presiden Indonesia. Untuk membantu Presiden dalam menjalankan pemerintahan maka dibentuk Komite Nasional Indonesia. Sebagai Konstitusi negara Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 disahkan sebagai Konstitusi Negara Repubublik Indonesia. Ketetapan-ketetapan tersebut didasarkan pada   sidang PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Sidang PPKI 19 Agustus 1945 memutuskan membentuk 12 kementrian. Untuk meratakan Pelayanan pemerantah kepada masyarakat disemua daerah wilayah Indonesia kemudian dibagi menjadi delapam Provinsi yaitu Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sunda Kecil, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan.
Tugu Proklamasi di Rengasdengklok
Melalui Proses yang cukup panjang akhirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia berhasil dibentuk memasuki bulan Agustus 1945. Setelah berhasil membentuk Pemerintahan Indonesia harus menghadapi gangguan dari dalam negeri dan luar negeri terkait dengan Belanda yang masih berkeinginnan menguasai wilayah Nusantara.

Masuk dan Berkembangnya Kebudayaan agama Hindu Buddha di Indonesia

Comment
Masuk dan Berkembangnya Kebudayaan agama Hindu Buddha di Indonesia tidak Lepas dari kebudayaan orang-orang India tempat pertama kali berkembangnya agama Hindu dan Budha. Kepulauan yang sekarang menjadi wilayah kekuasaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dahulunya dikenal dengan Istilah nusantara. Penduduk nusantara saat itu telah mengenal sistem kepercayaan yaitu animisme dan animisme. Seiring dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi perlayaran saat itu bangsa India berhasil mencapi wilayah nusantara dan menyebarkan kebudayaan dan agama hindu dan Budha di Indonesia. Banyak teori yang menjelaskan masuknya Hindu dan Budha di Indonesia.

1. Agama Hindu

Agama hindu adalah sebuah budaya dan agama yang muncul di India tepatnya sekitar lembah Sungai Indus (shindu) dan Hindu sekaligus sebuah bangsa di India yang merupakan percampuran sinkretisme kebudayaan Bangsa Arya dan Bangsa Dravida di sekitar Lembah Sungai Indus di India.

Kitab suci agama Hindu yaitu Weda (Veda) yang memiliki  makna  pengetahuan tentang Agama. Kitab Weda terbagi menjadi 4 buah bagian Regveda, Samaweda, Yajurweda, Atharwaweda, berikut penjelasannya: 
  1. Regveda (berisi ajaran-ajaran agama Hindu) dan merupakan kitab tertua. 
  2. Samaweda (berisi nyanyian/pujaan wajib dilakukan pada saat upacara Agama. 
  3. Yajurweda (berisi Doa untuk upacara Agama). 
  4. Atharwaweda (berisi doa menyembuhkan penyakit, dan doa memerangi raksasa yang muncul saat bangsa Arya menguasai daerah Gangga Hilir.Selain kitab Weda juga dikenal kitab Brahmana yang merupakan tafsiran dari Kitab Weda, dan kitab Upanisad berisi cara-cara melepaskan diri dari samsara.Pada abad ke-6 SM agama Hindu mengalami kemunduran karena: 
  • Monopoli keagamaan oleh kaum Brahmana dengan memaksa melakukan banyak korban sehingga menjadi beban bagi rakyat 
  • Timbul golongan baru yang berusaha mencari jalan sendiri untuk mencapai hidup abadi yang sejati yang disebut Budha dihimpun oleh Sidharta.

Dewa yang disembah Agama Hindu merupakan lambang kekuatan alam diantaranya: Dewa Prativi (dewa bumi), Dewa Surya (dewa matahari), Dewa Vayu (dewa angin), Dewa Varuna (dewa laut), Dewa Agni (dewa api). Dalam ajaran Hindu juga dikenal perwujudan 3 Dewa yang banyak dipuja oleh pemeluk agama Hindu yaitu Trimurti (Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa.
Trimurti dalam Agama Hindu

Agama Hindu memandang kehidupan seperti sebuah lingkaran yang akan berulang melalui proses reinkarnasi. Ada tiga hal   ajaran Agama Hindu tentang hidup di dunia:
  1. Hidup adalah penderitaan atau kesengsaraan (samsara
  2. Penderitaan muncul akibat perbuatan yang kurang baik (karma), 
  3. Manusia yang dilahirkan kembali (reinkarnasi) memperoleh kesempatan untuk memperbaiki diri sehingga nantinya dapat dilahirkan pada kasta yang lebih tinggi, jika berbuat jahat maka dilahirkan kekasta yang lebih rendah atau dilahirkan menjadi binatang.Orang yang telah sempurna hidupnya dapat mencapai Moksa yaitu lepas dari samsara dan meninggal tanpa meninggalkan tubuh jasmaninya, orang yang telah mencapai moksa tidak dilahirkan kembali tetapi hidup abadi di Nirwana (Surga)

Trimurti Perwujudan Brahma.Wisnu dan Siwa dalam Agama Hindu

Cara mencapai Nirwana menurut agama Hindu harus menjalankan tiga kewajiban yaitu:
  1. Wajib menjalankan dharma (kewajiban sebagai manusia), artha (menjalankan kewajiban), kama (tidak berlebihan merasakan kenikmatan dunia). 
  2. Triwangsa yang terdiri dari kaum brahmana, ksatria, dan waisya wajib mempelajari kitab suci Weda dan berbakti kepada gurunya, setelah dewasa meningkat menjadi grahasta (kepala keluarga), setelah memiliki anak selanjutnya menjadi vanaprashta (penghuni hutan) dan menjalani hidup sebagai pariwrajaka artinya orang yang pergi atau hilang dan hidup sebagai seorang fakir miskin hidup dari pemberian orang hal ini dilakukan sebagai peleburan dosa agar dapat memasuki Nirwana. 
  3. Melakukan upacara Korban (Yajna) besar seperti penobatan Raja, upacara menyambut musim, upacara memetik buah sulung, dan Upacara Korban (Yajna) kecil dilakukan dirumah seperti sembahyang, upacara kelahiran anak. 
Masuknya Agama Hindu di Indonesia didukung oleh faktor geografis. Letak geografis Indonesia yang terletak dijalur perlayaran antara India dan Cina dijadikan sebagai tempat persinggahan. Terjadinya Kontak sosial yang berlangsung lama maka muncul kerjasama perdagangan antara India, Indonesia dan Cina. Hubungan perdangan setiap pedagang membawa kebudayaannya masing-masing yang memungkinkan masuknya kebudayaan baru di wilayah Indonesia. Kebudayaan Hindu lebih banyak kecocokan dengan kebudayaan Indonesia sehingga cepat berkembang dibandingkan kebudayaan Cina.

Teori-teori yang menjelaskan masuknya kebudayaan Hindu di Indonesia ada empat yaitu teori Brahmana, teori Ksatria, teori Waisa, dan teori Sudra.

2. Agama Budha

Agama Budha diajarkan oleh Sidharta putra raja Sudodhana kerajaan Kapilawastu. Sidharta berarti orang yang mencapai tujuannya, Sidharta juga disebut Budha Gautama yang berarti orang yang menerima Bodhi atau disebut juga Cahyamuni artinya orang bijak dari keturunan suku bangsa Cakya
Perwujudan Budha
Hari Kelahiran, saat menerima penerangan agung, dan kematian Sidharta terjadi pada hari dan tanggal yang bersamaan yaitu pada saat bulan purnama bulan Mei ketiga peristiwa tersebut dirayakan oleh umat Budha sebagai hari raya Waisak.

Seperti agama-agama lainnya Agama Buddha memiliki Tempat-tempat yang dianggap Suci. Tempat suci tersebut berkaitan dengan kehidupan sang Budha selama berada di Dunia. Ada empat tempat suci bagi agama Budha yaitu:
  1. Taman Lumbini di Kapilawastu tempat kelahiran Sidharta tahun 563 SM, 
  2. Bodh Gaya tempat Sidharta menerima penerangan Agung, 
  3. Benares tempat pertama Sidharta mengajarkan Ajarannya, 
  4. Kucinegara tempat wafatnya Sidharta (Sang Budha Gautama) tahun 482 SM
Setiap pemeluk agama Budha wajib menjalankan Tiga kewajiban (Tridharma) dalam kehidupannya  selama masih menjalani kehidupan di dunia yaitu:
  1. Saya mencari perlindungan kepada Buddha
  2. Saya mencari perlindungan pada Dharma
  3. Saya mencari perlindungan kepada Sangha.
Agama Budha juga mengenal istilah Tritratna berarti tiga mutiara. Tritratna berasal dari bahasa Pali yaitu Tiratana Ti berarti tiga dan Ratana berarti mestika/permata. Dalam bahasa Sanskerta Tri Ratna memiliki makna yang sama dengan Tiratana dalam bahasa Pali. Tiga Mestika mempunya makna yang sangat berarti bagi umat Buddha. Triratna dalam agama Budha yaitu:
  1. Budha (sebagai Dewa dalam Agama Budha).
  2. Dharma (kewajiban yang harus ditaati). 
  3. Sanggha (Aturan atau perkumpulan dalam Agama Budha)
Aliran-aliran dalam Agama Buddha ada dua:
  1. Buddha aliran Hinaya (kendaraan kecil) berpendapat bahwa tiap-tiap orang wajib berusaha sendiri untuk mencapai Nirwana (Surga) daerah yang menganut aliran ini yaitu Srilanka, Myanmar, Thailand. 
  2. Buddha aliran Mahayana (kendaraan Besar) berpendapat bahwa sebaiknya manusia berusaha bersama atau membantu orang lain dalam mencapai Nirwana (Surga) aliran ini terdapat di daerah Indonesia, Jepang, Cina, dan Tibet.
Kitab suci agama Buddha adalah Tripitaka artinya tiga keranjang atau wadah. Adapun bagian-bagian dari Kitab Tripitaka yaitu:
  1. Vinayapitaka (berisi aturan-aturan kehidupan). 
  2. Suttapitaka (berisi dasar-dasar dalam memberikan pelajaran). 
  3. Abdidharmapitaka (Berisi Falsafah Agama)
Ajaran agama Budha meyakini tentang empat kenyataan dalam kehidupan yaitu: Hidup adalah penderitaan (samsar), Samsara terjadi karena nafsu yang menguasai manusia, Samsara dapat dihilangkan dengan menghilangkan Nafsu, dan Hidup akan mengalami Proses Reinkarnasi.

Untuk mencapai Nirwana (Surga)  pemeluk agama Budha harus mampu mengalahkan Nafsu Duniawi yang mengikat semua manusia di Dunia. Untuk itulah umat Budha menggunakan Delapan Jalan Kebenaran untuk melawan dan terbebas dari nafsu duniawi yaitu:
  1. Mempunyai fikiran yang baik. 
  2. Mempunyai niat baik. 
  3. Berkata dengan baik. 
  4. Mempunyai perhatian yang baik. 
  5. Mempunyai tingkah laku yang baik. 
  6. Makan dan minum yang baik. 
  7. Melakukan usaha yang baik. 
  8. Bersemadi yang baik
Agama Buddha berpengaruh besar di India pada masa Pemerintahan Kaisar Ashoka dan menjadi Agama Negara, namun agama Buddha di India mengalami kemunduran karena ketika Kaisar Ashokan meninggal 232 SM, setelah kematiannya tidak ada Raja-raja yang mau melindungi dan mengembangkan agama Buddha.

Misi penyiaran agama Buddha dikenal dengan istilah Dharmadutha. Masuknya agama Budha di wilayah Indonesia diperkirakan pada abad ke-2 Masehi dibuktikan dengan penemuan patung Budha bercorak Amarawati. Dibandingkan dengan agama Hindu perkembangan agama Budha tidak begitu berkembang di wilayah Indonesia.

Peradaban Yunani Kuno

Comment
Peradaban Yunani Kuno adalah salah satu peradaban paling maju di Dunia yang berlangsung sekitar abad ke-8 hingga abad ke-6 SM. Peradaban Yunani Kuno dibedakan menjadi tiga Periode perkembangan yaitu Periode Arkais, Periode Klasik, Periode Helenistik, Periode Romawi, dan Periode Kristenisasi.
Dewa Zeus raja para Dewa

1. Periode Arkais (750 - 500 SM)

Periode Arkais di Yunani berlangsung dari Tahun 800 SM - 450 SM yang ditandai dengan munculnya Polis (Negara Kota) setelah berakhirnya peradaban istana Mikenai pada Tahun 1200 SM. Istilah Arkais sendiri mulai berkembang pada abad ke 18 yang berasal dari studi seni Yunani. 

Pemerintahan Tirani Peisistratos abad ke-6 SM dan putranya; Hippias dan Hipparkhos memicu pertikaian negara kota Sparta dan Athena. Raja Sparta Kleomenes I membantu rakyat Athena untuk mengulingkan penguasa Tirani dengan melantik seorang aristokrat Athena Kleisthenes. Saling serang terus terjadi antara Sparta dan Athena untuk mengatasi situasi Raja Sparta Kleomenes I mengangkat Isagoras yang pro-Sparta menjadi arkhon Athena, Klesithenes kemudian meminta warga Athena untuk melakukan revolusi politik sehingga Athena berhasil terbebas dari kekuasaan Tirani menjadi pemerintahan Demokratis.
Patung Kourus ditemukan
di Thebes masa Arkais

Munculnya Kekaisaran Persia masa pemerintahan Raja Darius I berhasrat untuk menaklukan Yunani. Kondisi ini menyatukan Athena dan Sparta untuk menahan serangan kekaisaran Persia. Masa Ini yunani mulai memasuki periode klasik.

2. Periode Klasik (500 - 323 SM)

Persekutuan Athena dan Sparta berhasil menangkal serangan dari kaisar Persia dan memenangkan pertempuran Thermopylae, Pertempuran Slamis dan Pertempuran Plataia. Dominasi Athena dengan Liga Delos menjadi ancaman bagi Sparta dengan Liga Pelopennesos. Pertempuran Pelopennesos (431-404 SM) tidak dapat dihindari, Athena mengalami kekalahan kemudian mengajukan perdamaian dengan syarat menyerahkan tembok kota, armada laut, dan wilayah yang berhasil dikuasai Athena diluar Yunani. Sparta yang berhasil menaklukan Athena kemudian kalah ketika menginfasi wilaya Thebes dalam pertempuran Leuktra Tahun 371 SM.  Dalam pertempuran Mantinea Tahun 362 SM Sparta berhasil mengalahkan Thebes dan membunuh pemimpin penting  Thebes Epamonides. Munculnya Alexander sangat tangguh dalam pertempuran berhasil menaklukan Kekaisaran Akhemeniyah berhasil mendominasi  Yunani. Alexander Agung putra dan pewaris raja Philiphos dari Makedonia yang terbunuh oleh pengawal pribadinya Pausanias dari Orestis. Masa kepemimpinan Alexander Agung merupakan periode emas perkembangan Yunani.

Alexander Agung

3. Periode Helennistik (323-146 SM)

Kematian Alexander Agung tahun 323 SM menjadi awal berakhirnya kekuasaan Yunani. Kematian Alexander Agung menimbulkan perselisihan diantara para Jendral mengenai pengantinya. Hingga kepemimpinan Raja Filipus V  dari kerajaan Makedonia, Yunani kehilangan banyak wilayah kekuasaan setelah kalah melawan Romawi dalam pertempuran Makedonia II di Kinoskefala oleh prokonsul Romawi Titus Quinctius Flamininus.

4. Periode Romawi 

Republik Romawi berhasil mengakhiri dominasi Yunani di Eropa tahun 146 SM dalam pertempuran Korinthos. Namun sistem sosial kemasyarakatan dan budaya Yunani tetap tidak berubah hingga bangkitnya agama Kristen, yang menandai runtuhnya kemerdekaan politik Yunani. 

5. Periode Kristenisasi

Periode Kristenisasi di Yunani dikenal dengan Fase Akhir Antikulasi yang berlangsung pada akhir abad ke 4 -abad 6 M. Masuknya Agama Kristen di Yunani tidak lepas dari peran Romaniote. Romaniote sendiri adalah sebuah komunitas orang Yahudi tertua yang tinggal di Yunani.  

Sumber Sejarah Kerajaan Tarumanegara

Comment
Keberadaan kerajaan Tarumanegara dapat diketahui melalui sumber sejarah berupa tujuh prasasti batu. Tujuh buah prasasti tentang keberadaan kerajaan Tarumanegara ditemukan di beberapa daerah Lima prasasti ditemukan di Bogor, Satu di Jakarta, dan satunya lagi ditemukan di Lebak Banten. 

Dari prasasti tersebut diketahui bahwa kerajaan Tarumanegara merupakan kelanjutan dari kerajaan Salakanagara. Kerajaan Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman tahun 358 M -382 M. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomatri (wilayah Bekasi).

Tujuh prasasti sebagai sumber sejarah yang menerangkan keberadaan kerajaan Tarumanegara telah ditemukan aksara dengan huruf palawa dan bahasa sansekerta. Prasasti tersebut sekaligus menjadi bukti Tarumanegara telah memasuki zaman aksara. Berikut isi dari sumber sejarah kerajaan Tarumanegara:

1. Prasasti Ciaruteun
Prasasti Ciaruteun

Prasasti Ciaruteun ditemukan di tepi sungai Ciaruteun yang berada disekitar muara sungai Cisadane Bogor. Prasasti Ciaruteun ditulis dengan huruf palawa menggunakan bahasa sansekerta yang terdiri dari empat baris susunan kata kedalam bentuk sloka. Yang menjadi ciri khusus dari prasasti Ciaruteun terdapat sepasang telapak kaki. Telapak kaki tersebut merupakan sebuah simbol bahwa daerah tersebut telah dikuasai oleh seorang raja sebagai yang setara dewa yang ditujukan kepada raja Purnawarman sebagai raja dari kerajaan Tarumanegara.

2. Prasasti Jambu 
Prasasti Jambu

Prasti ini disebut prasasti Jambu karena ditemukan disekitar perkebunan jambu di Koleangkak yang berjarak 30 Km sebelah barat kota Bogor. Isi prasasti Jambu merupakan sebuah sanjungan terhadap pemerintahan raja Purnawarman saat memerintah kerajaan Tarumanegara.

3. Prasasti Kebon Kopi
Prasasti Kebon Kopi

Prasasti Kebon Kopi ditemukan saat penebangan hutan untuk dijadikan sebagai kebon kopi di Kampung Muara wilayah Desa Ciaruteun Ilir, Cibungbulang, Bogor. Ciri khusus dari prasasti kebon kopi ada dua tapak kaki gajah perwudan gajah Airawata tunggangan dewa Indra.

4. Prasasti Muara Cianten
Prasasti Muara Cianten

Prasasti Muara Cianten adalah salah satu sumber sejarah kerajaan Tarumanegara yang tulisannya belum Terbaca . Prasasti Muara Cianten ditemukan di Bogor memiliki kesamaan dengan prasasti Ciaruteun yaitu terdapat telapak kaki. 

5.  Prasasti Pasir Awi
Prasasti Pasir Awi

Prasasti Pasir Awi ditemukan di daerah Sukamakmur Jonggol. Prasasti Pasir Awi juga mencantumkan telapak kaki sang raja Purnawarman penguasa Tarumanegara. Pada prasasti ini juga ditemukan gambar ranting pohon yang dipadukan dengan telapak kaki penguasa Tarumanegara.

6. Prasasti Cidanghyang
Prasasti Cidanghiyang

Prasasti Cidanghiyang yang biasa disebut prasasti Lebak berhasil ditemukan di kampung lebak di tepi sungai Cidanghiang, kecamatan Munjul kabupaten Pandeglang Banten. Prasasti ini berisi dua baris syair yang mengagungkan raja Purnawarman penguasa Tarumanegara.

7. Prasasti Tugu
Prasasti Tugu

Prasasti Cidanghyang ditemukan di daerah Tugu, kecamatan Cilincing Jakarta Utara. Prasasti Tugu merupakan prasasti batu berbentuk lonjong dipenuhi dengan tulisan dengan huruf palawa dan berbahasa sansekerta. Prasasti Tugu banyak menerangkan beberapa hal penting yang diketahui dari kerajaan Tarumanegara seperti:
  1. Menyebut Kali Bekasi dengan sebutan Chandrabaga. Chandrabaga sendiri adalah sungai terkenal di Punjab India.
  2. Telah mengenal penanggalan dengan keterangan bulan phalguna dan caitra yang tafsirkan sebagai bulan Februari dan April.
  3. Mengadakan upacara keselamatan oleh kaum Brahmana dengan hadiah 1000 ekor sapi dari Raja
Selain dari prasasti batu dari dalam negeri keberadaan kerajaan Tarumanegara juga diketahui dari berita asing dari dinasti T-ang yang berasal dari Fa-Hien menemukan daerah pantai utara pulau jawa bagian barat menemukan kerajaan Tarumanegara yang bercorak Hindu.