Revolusi Prancis: Berakhirnya Pemerintahan Monarki Absolut

Revolusi Prancis adalah peristiwa mengawali berakhirnya pemerintahan monarki absolut yang terjadi di Perancis pada 5 Mei 1789 - 9 November 1799. Revolusi Perancis terjadi tidak lepas dari kondisi Ekonomi, Sosial, dan Politik yang tidak stabil. Kesulitan Ekonomi khususnya pangan menyebabkan bencana kelaparan di Perancis namun para bangsawan hidup mewah seperti gaya hidup Ratu Marie Antoinette.

Dalam hal politik Perancis juga terlibat perang besar Perang Tujuh Tahun melawan Ingris dan Perang Kemerdekaan Amerika Serikat yang membutuhkan pembiayaan tinggi membuat kondisi Perancis semakin buruk. Pemerintahan Perancis masa Raja Lois XIV menjadi awal pemerintahan Monarki absolut Perancis dengan semboyan Louis XIV “L'etat C'est Moi”, yang artinya negara adalah saya. Raja Louis XIV tidak segan memenjarakan orang-orang yang menentang kebijakannya di penjara Bastille. Diserangnya penjara Bastille oleh rakyat Perancis yang menentang kebijakan Raja Lois XIV menjadi awal terjadinya Revolusi Perancis.
Penyerangan Penjara Bastille
Revolusi Perancis juga tidak lepas dari kondisi sosial masyarakat Prancis yang kala itu dibagi menjadi tiga golongan dibidang politik sebagai perwakilan di Dewan Perwakilan Raktat (Etats-Generaux). Penggolongan masyarakat Perancis ini didasarkan kepada kepentingan politik dipemerintahan Perancis.yang masuk dalam Dewan Perwakilan Rakyat (Etats-Generaux) yaitu :

  1. Golongan Pendeta berada di tingkatan teratas, 
  2. Golongan Bangsawan, 
  3. Golongan terakhir paling bawah adalah rakyat biasa Prancis. 
Golongan rakyat biasa Perancis dibagi lagi menjadi tiga yaitu:
  1. Golongan Borjuis yaitu golongan menengah atas terdiri dari atas ahli hukum, dokter, pedagang, pemilik pabrik, serta pengusaha.
  2. Golongan kedua terdiri dari kaum buruh serta pekerja, 
  3. Golongan ketiga terdiri atas golongan petani. 
Revolusi Perancis dilatar belakangi oleh beberapa peristiwa yang terjadi sebelum terjadinya peristiwa revolusi Perancis yang terjadi dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun dari 5 Mei 1789 hingga 9 November 1799, yaitu:
  1. Krisis ekonomi khususnya pangan menyebabkan bencana kelaparan rakyat Perancis
  2. Hutang Perancis bertambah disebabkan Perancis yang terlibat dalam perang melawan Ingris dan perang kemerdekaan Amerika Serikat.
  3. Munculnya paham Demokrasi menentang Pemerintah Raja yang Absolut di Perancis
  4. Pajak Tinggi
  5. Munculnya Borjuis (Borgeouis) kaum kelas menengah yang memiliki kekayaan tersisihkan secara politik

Raja Louis XVI
Revolusi Perancis terjadi juga dilatar belakangi munculnya faham-faham baru yang bertentangan dengan Pemerintahan Monarki Absolut. Faham-faham baru yang mendorong terjadinya Revolusi Perancis dicetuskan oleh para Filsuf terkenal dari Perancis diantaranya:
  1. John Locke ( 1685–1753), menulis buku “Two Treaties of Government” artinya (2 dua) tulisan tentang pemerintahan isinya tentang ajaran kedaulatan rakyat.
  2. Montesquieu (1689–1755), yang memunculkan karya yang berjudul “L’es prit des Lois” artinya “Jiwa Undang-Undang”.yang isisnya dikenal dengan istilah teori trias politika yaitu pemisahan kekuasaan yang meliputi legislatif sebagai pembuat undang-undang, eksekutif sebagai pelaksana undang-undang, serta yudikatif mengadili pelanggaran pada undang-undang yang telah berlaku.
  3. J.J. Rousseau ( 1712–1778) menulis tentang “Du Contract Social” artinya Perjanjian Masyarakat yang berisi tentang kodrat manusia adalah sama serta merdeka, yakni berhak mengatur kehidupannya sendiri.
Jalannya Revolusi Perancis diawali dengan penyerbuan penjara Bastille oleh para rakyat dan kaum Burjois yang menetang kekuasaan Absolut raja Lousi XIV. Penyerangan penjara Bastille terjadi pada 14 Juli 1789. Alasan diserangnya penjara Bastille dianggap sebagai simbol kejahatan dari pemerintahan yang diktator. Penjara Bastille sendiri diisi oleh para tawanan politik yang secara tegas menentang pemerintahan Perancis yang terdiri dari Golongan Pendeta dan Golongan Bangsawan. Adanya isu yang berkembang bahwa pemerintah Perancis menginginkan dibubarkannya Dewan Revolusi dan melawan Revolusi dengan mengumpulkan pasukan berjumlah 20.000 tentara.

Dikeluarkannya Deklarasi Hak-hak Manusia dan Warga Negara atau (Declaration des Droits de I’home et du Citoyen) membuat masyarakat Pereancis semakin bersemangat untuk melakukan gerakan Revolusi Perancis. Semboyan Revolusi Perancis merupakan tuntutan reformasi yaitu Kebebasan (Liberte), Persamaan (Egalite), Persaudaraan (Fraternite).
Ratu Marie Antoinette
Akhir Revolusi berakhir setelah raja Louis XVI ditangkap dan dihukum mati pada 21 Januari 1793. Sembilan bulan setelah raja Lois XVI dihukum mati kemudian Ratu Marie Atoinette dihukum mati pada 16 Oktober 1793 dianggap korupsi dan menghambur-hamburkan uang negara. Raja Louis XVI dan Ratu Marie Antoinette sama-sama dihukum pancung dengan menggunakan Guillotine.
Alat eksekusi Guillotine
Revolusi Perancis berpengaruh pada bidang politik, sosial, dan bidang ekonomi yaitu :
  1. Dampak Revolusi Perancis dibidang politik Undang-undang menjadi kekuasaan yang tertinggi.  Revolusi Perancis menandakan berakhirnya Pemerintahan Monarki Absolut di Dunia serta berkembangnya faham nasionalisme.
  2. Dampak Revolusi Perancis dibidang ekonomi dihapuskannya sistem feodal dan penguasaan tanah dan muncul paham ekonomi liberal. Berkembangnya faham demokrasi liberal menyebabkan dihapusnya sistem Gilda yang merupakan monopoli perdagangan yang dilindungi pemerintah.
  3. Dampak Revolusi Perancis dibidang Sosial yaitu dihapuskannya diskriminasi terhadap golongan tertentu dan munculnya tatanan  masyarakat baru. Pendidikan yang tadinya hanya dijalani oleh para kaum feodal akhirnya dapat dinikmati oleh semua kalangan masyarakat.
Jadi Revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Revolusi Perancis memberikan perubahan diberbagai bidang untuk menghasilkan tatanan kehidupan yang lebih baik bagi rakyat Perancis, juga berdampak terhadap bidang-bidang kehidupan di berbagai belahan dunia yang menginginkan perubahan yang sama.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Comments


EmoticonEmoticon