Kerajaan Majapahit

Kemunculan kerajaan Majapahit tidak lepas dari kerajaan Singasari. Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya menantu Kertanegara raja kerajaaan Singasari. Raden Wijaya menikahi keempat putri Raja Kertanegara yaitu Tribhuwana, Narendraduhita, Prajnaparamita, dan Gayatri.

Kerajaan Singasari sempat mencapai puncak kejayaan pada masa kepemimpinan raja Kertanegara namun pada akhirnya masa kepemimpinan raja Kertanegara juga merupakan akhir dari kekuasaan kerajaan Singasari. Keruntuhan kerajaan Singasari berawal dari Raja Kertanegara menolak memberikan upeti kepada Kaisar Kubilai Khan dari Dinasti Yuan di Tiongkok. Kaisar Kubilai Khan kemudian menyerang kerajaan Singasari. Serangan yang sangat hebat dari Kaisar Kubilai Khan penguasai Dinasti Yuan di Tiongkok mengancam dan melemahkan pertahanan Kerajaan Singasari dan berhasil mendarat di Pulau Jawa. Melihat Kondisi kerajaan Singasari yang semakin lemah adipati Kediri yaitu Jayakatwang akhirnya membunuh raja Kertanegara setelah mendapatkan saran dari Aria Wirajaya. Raden Wijaya kemudian menyerahkan diri kepada Jayakatwang dan mendapat pengampunan dari Jayakatwang. Jayakatwang kemudian memberikan sebidang tanah kepada Raden Wijaya untuk digarap.

Kata Majapahit berasal dari nama Buah "Maja" yang memiliki rasa "Pahit". Awalnya ceritanya bermula ketika pertama kali Raden Wijaya menggarap Tanah yang diberikan Jayakatwang yang bernama Hutan Tarik. Seorang pengawal kemudian menemukan buah Maja yang terlihat sangat menarik dan diberikan kepada Raden Wijaya namun terasa pahit. Raden Wijaya kemudian memberikan daerah tersebut dengan sebutan Majapahit.    
Buah Maja

Kerajaan Majapahit kemudian didirikan oleh Raden Wijaya yang kemudian berkembang menjadi sebuah kerajaan yang sangat kuat. Letak kerajaan Majapahit berada di kecamatan Trowulan kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Wilayah kerajaan Majapahit sangat luas hampir meliputi wilayah Asia Tenggara.
Wilayah Kerajaan Majapahit

Dari segi kehidupan Politik sistem pemerintahan berbentuk kerajaan yang dipimpin oleh seorang Raja. adapun Raja-raja yang memerintah kerajaaan Majapahit yaitu:
  1. Raja Wijaya 1293-1309 M, terjadi pemberontakan Sora, Ranggalawe, dan Nambi karena merasa tidak puas dengan jabatan yang diberikan Raja Wijaya dan Raja Wijaya Wafat 1309 M dimakamkan di Antapura dalam bentuk Jina (Buddha) dan di sekitar Blitar dalam bentuk Wisnu dan Siwa di candi Simping, 
  2. Raja Jaya Negara 1309-1328 M, terjadi pemberontakan Juru Demung 1313 M, Gajah Biru 1314 M, Nambi 1316 M Kuti 1319 M, pemberontakan Kuti merupakan pemberontakan berbahaya sehingga Raja Jaya Negara menggungsi ke Desa Badander dikawal oleh Pasukan Bhayangkara yaitu pengawal Pribadi Raja dipimpin Gajah Mada, ketangkasan Gajah Mada mampu mengalahkan Kuti berkat jasanya tersebut Gajah Mada diangkat sebgai Patih Kahuripan 1319-1321 M kemudian menjadi Patih Kediri 1322-1330 M,
  3. Raja Tribhuwanatunggadewi 1328- 1359, terjadi pemberontakan Sadeng sebuah daerah di Jawa Timur berhasil dipadamkan oleh Gajah Mada dan Adityawarman, Gajah Mada kemudian diangkat Menjadi Patih Amangkubhumi dalam pelantikannya ia mengucapkan Sumpah Palapa (Tan Amukti Palapa) bahwa Gajah Mada tidak akan hidup mewah sebelum Nusantara disatukan dalam kerajaan Majapahit 
  4. Raja Hayam Wuruk putra Tribhuwanatunggadewi dan Cakradara memerintah tahun 1350-1389 pada masa pemerintahannya merupakan puncak kejayaan Majapahit, terjadi peristiwa Bubat yaitu pembunuhan Raja Pajajaran Sri Baduga dan Putrinya Dyah Pitaloka berserta Pasukannya dilapangan Bubat yang dianggap tidak mengakui kedaulatan Majapahit ketika Kerajaan Mataram menolak keinginan Gajah Mada agar Dyah Pitaloka menjadi selir Raja Hayam Wuruk bukan sebagai Permaisuri. Zaman Hayam Wuruk Patih Gajah Mada Wafat 1364 M menyebabkan tidak ada pemimpin yang tangguh dan cakap ditambah meninggalnya Ibunda Hayam Wuruk Tribhuwanatunggadewi 1379 M , 
  5. Wikrama Wardhana 1389-1429. Terjadi Perang Paregreg antara Wirabhumi putra selir Hayam Wuruk dan Wikrama Wardhana kemenakan Hayam Wuruk yang menikah dengan Puri Hayam Wuruk Kusuma Wardhani, perang terjadi ketika Kusuma Whardhani Wafat dan Wikrama Wardhana memutuskan menjadi Bhiksu sehingga terjadi kekosongan pemerintahan Majapahit, hal ini dimanfaatkan Wirabhumi untuk merebut kekuasaan Majapahit namun gagal dan Wirabhumi tewas. Perang ini menjadikan semakin lemahnya kerajaan majapahit ditambah daerah kekuasaan Majapahit melepaskan diri dari pemerintah pusat, munculnya kerajaan-kerajaan Islam. 
  6. Raja Brawijaya masa keruntuhan kerajaan Majapahit
Arca Kertarajasa Jayawardana
Sebagai kerajaan besar kegiatan ekonomi Majapahit bertumpu pada sektor perdagangan. Barang-barang yang diperdagangkan diantaranya Lada, Gading, Timah, Intan, Ikan, Cengkeh, Pala, Kapas dan Kayu Cendana. Sistem perdagangan juga sudah sangat tertata sehingga Majapahit dikenal sebagai  kerajaan produsen dan sekaligus sebagai perantara untuk menyalurkan hasil alam diberbagai wilayah.

Kehidupan Budaya Majapahit dikenal dari Arsitektur bangunan dan Sastra. Hasil kebudayaan dibidang Arsitektur bangunan banyak ditemukan Candi-candiseperti Candi Panataran, Sawentar, Sumberjati, tikus (trowulan). Kebudayaan Majapahit Dibidang Sastra dibagi menjadi 2 macam yaitu: 
  1. Sastra Zaman Majapahit Awal seperti Kitab Negarakertagama karangan Mpu Prapanca 1365, kitab Sutasoma dan Kitab Arjuna Wiwaha karangan Mpu Tantular Kitab kunjarakarna, Kitab Prahyangan, Parthayajna
  2. Sastra Zaman Majapahit akhir dalam bentuk Kidung dan Prosa: Kitab Pararaton silsilah Raja Singasari dan Majapahit, kitab Sundayana tentang peristiwa Bubat, kitab Sorandaka tentang pemberontakan Sora, Kitab Ranggalawe tentang pembenrontakan Ranggalawe, Kitab Panjiwijayakrama Riwayat raden wijaya sampai menjadi Raja, Kitab Usana Jawa tentang penaklukan pulau Bali Oleh Gajah Mada dan Aryadamar, penumpasan Raja Raksasa Denawa, pemindahan Keraton Majapahit ke Gelgel, Kitab Usana Bali tentang Kekacauan Pulai bali oleh keganasan Denawa yang akhirnya dibunuh oleh Dewa, kitab Paman Cangah, Tantu Pangelaran, Calon Arang Korawasrama, Bhabhuksah, Tantri Kamandaka, Pancatantra.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Comments


EmoticonEmoticon