Kerajaan Hindu di Indonesia

Hindu adalah agama dan kepercayaan yang pertama kali muncul dan berkembang di India. Agama Hindu itu sendiri lahir dari percampuran kepercayaan antara suku bangsa Aria dan Dravida. Bangsa Aria terkenal sebagai bangsa pengembara yang berasal dari India Utara dan Iran. Dalam perjalanan mengembara mereka menemukan peradaban di India yaitu Mahenjodaro dan Harapa yang dikuasi oleh bangsa Dravida di lembah Sungai Indus. Bangsa Arya kemudian menaklukan bangsa Dravida dan menguasai daerah lembah sungai Indus. Bangsa Dravida kemudian tersingkir diwilayah Vindhya.

Berkembangnya Agama Hindu yang pesat di India akhirnya tiba diwilayah Nusantara (Indonesia). Terjalinnya kerjasama perdagangan antara India-Cina yang melewati wilayah Indonesia sehingga terjadi interaksi kemudian terjadi akulturasi dan asimilasi kebudayaan. Lalu penduduk Nusantara mulai mengenal dan memeluk agama dan kebudayaan Hindu.
Reruntuhan arkeologis Mahenjodaro
Agama Hindu mulai berkembang di wilayah Nusantara bersama dengan berdirinya kerajaan Hindu diabad ke-4 di Kalimantan Timur. Kerajaan Hindu berkembang di wilayah nusantara berkisar abad ke-4 hingga abad ke-14 setelah runtuhnya kerajaan Majapahit.

Kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu di Indonesia yang sempat mengalami masa kemajuan yang cukup pesat di Indonesia yaitu Kutai, Tarumanegara, Dinasti Sanjaya, Medang Kamulan, Kediri, Singasari, Bali, Pajajaran, dan Majapahit. Untuk lebih jelas berikut pembahasan kerajaan-kerajaan Hindu yang berkembang di wilayah Indonesia yaitu:
  1. Kerajaan Kutai. Kerajaan Kutai merupakan kerajaan yang bercorak Hindu. Keberadaan kerajaan Kutai diketahui dari prasasti Yupa. Letak kerajaan Kutai berada di Muara Kaman didaerah hulu sungai Mahakam Kalimantan Timur. Raja Kudungga adalah raja pertama kerajaan kutai sebelumnya Kudungga adalah seorang kepala suku setalah memeluk Hindu Kudungga kemudian bergelar Raja. Kudungga kemudian mewariskan tahta kerajaan kepada anaknya Aswawarman, Aswawarman pernah melakukan upacara kurban emas yang kemudian dijadikan bukti kesuksesan Aswawarman yang berhasil membawa kerajaan Kutai pada masa Kejayaan. Aswawarman mewariskan kerajaan kepada anaknya Mulawarman, raja Mulawarman melaksanakan upacara korban kepada kaum Brahmana sebanyak 20.000 ekor sapi. 
    Prasasti Yupa
  2. Kerajaan Tarumanegara. Kerajaan Tarumanegara diketahui dari beberapa prasasti yang menerangkan keberadaannya diantaranya Prasati ciaruteun (Ciampea, Bogor), Prasasti kebon kopi (Bogor), Prasasti Jambu (Bogor) Prasasti Muara Cianten (Bogor), Prasasti Tugu (Jakarta Utara), Prasasti Pasir Awi (Leuwiliang), dan Prasasti Munjul (Banten). Raja yang memerintah kerajaan Tarumanegara adalah Purnawarman. Pada masa pemerintahannya Purnawarman membangun Terusan sepanjang 6112 tombak. Berdasarkan prasasti Tugu fungsi terusan yang dibuat untuk saluran irigasi dan tidak menutup kemungkinan untuk keperluan pelayaran dan perdagangan.
  3. Mataram Kuno Dinasti Sanjaya. Dinasti Sanjaya adalah bagian dari kerajaan Mataram Kuno yang bercorak Hindu yang terletak di Jawa Tengah dengan  daerah pusatnya di Bhumi Mataram yang dikelilingi pegunungan dan gunung-gunung dan daerah tersebut dialiri sungai Progo, sungai Bogowonto, Sungai Elo dan benggawan. Dinasti Sanjaya diketahui dari Prasasti Canggal (daerah Kedu) tahun 732 M, Frasasti Balitung, Kitab Carita Parahyangan.Prasasti Canggal (732 M). Prasasti-prasasti yang ditemukan diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Raja Sanjaya yang mendirikan Lingga sebagai perwujudan dewa Siwa. Raja pertama dari Dinasti Sanjaya adalah Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya sebagai pendiri kerajaan yang membawa Dinasti Sanjaya dipuncak kejayaan. Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya diganti oleh Rakai Panangkaran, akai Panunggalan,Rakai Warak,Rakai Garung,Rakai Pikatan,Rakai Kayuwangi, dan Rakai Watuhumalang. 
    Candi Prambanan
  4. Kerajaan Medang Kamulan. Letak Kerajaan Medang Kamulan yaitu di muara Sungai Brantas dengan ibukotanya Wantan Mas. Sumber sejarah dari kerajaan Medang Kamulan berasal dari prasasti yang dibuat oleh Mpu Sinduk dan Prasasti Calcuta oleh Raja Air Langga. Keberadaan kerajaan Medang Kamulan dari berita asing yang berasal dari India dan Cina. Raja Kerajaan Medang Kamulan yang pertama Raja Mpu Sindok bersama permaisurinya Sri Wardhani Pu Kbin, Raja Dharmawangsa yang kuat dalam memperluas wilayah kekuasaan kerajaan, kemudian Raja Airlangga yang bijak berhasil membawa kerajaan Medang Kamulan pada puncak kejayaan yang berhasil menaklukkan kerajaan besar Murawari, Wengker, dan Raja Putri yang bernama Rangda Indirah yang dikisahkan dalam cerita Calon Arang. Untuk menghindari terjadi perang saudara Raja Airlangga membagi kerajaan menjadi Kerajaan Jenggala dan Kerajaan Kediri.
  5. Kerajaan Kediri. Letak kerajaan Kediri yaitu di tepi sungai Brantas dengan Ibukota Daha. Kerajaan Kediri diketahui dari prasasti Prasasti Sirah Keting, Prasasti Tulungagung dan Kertosono, Prasasti Ngantang, Prasasti Jaring, dan Prasasti Kamulan. Sumber lain yang menerangkan kerajaan kediri berasal dari berita asing yaitu Kronik Chu Pan Chi tentang keadaan Kediri abad ke-12 dan ke-13. Raja-raja yang pernah memerintah kerajaan Kediri yaitu Raja Jaya Warsa, Raja Bameswara, Raja Jayabaya, Raja Saweswara, Raja Aryeswara, Raja Gandra (1181 M), Raja Kameswara (1182-1185 M), dan Raja Kertajaya (1190-1222 M) 
    Prasasti Sirah Keting
  6. Kerajaan Singosari. Singasari kerajaan yang dikenal dengan ekspedisi pamalayu yang merupakan upaya penaklukan terhadap kerajaan terhadap kerajaan Melayu di pulau Sumatera pada masa pemerintahan Raja Kertanagara pada tahun 1275–1286. Tujuan lain dilakukan ekspedisi pamalayu yakni membendung ekspansi militer Dinasti Yuan (Dinasti Mongol) yang telah berhasil menguasai China. Keberadaan kerajaan Singasari diketahui dari prasasti kitab kuno Pararaton dan Negarakertagama, prasasti Padang Roco, peninggalan, candi Singhasari dan Kronik catatan bangsa China. Raja yang pernah berkuasa di kerajaan Singasari yaitu Ken Arok alias Rajasa Sang Amurwabhumi (1222-1247), Anusapati (1247-1249), Tohjaya (1249-1250), Ranggawuni alias Wisnuwardhana (1250-1272), dan Kertanagara (1272-1292) yang berhasil memajukan Singasari menjadi kerajaan yang besar. 
    Ekspedisi Pamalayu
  7. Kerajaan Bali. Kerajaan Bali terletak di pulau Bali yang terkenal dengan keindahan alamnya. Kerajaan bali diketahui dari prasasti Prasasti Sanur (917 M), dan Prasasti Calcuta (1042 M). Era kejayaan kerajaan Bali pada masa kepemimpinan  Raja Anak Wungsu (1049-1077 M) mempersatukan kerajaan di Bali dan Membagi kelompok pekerja menjadi: 1) Pandai Besi, Emas dan Tembaga (Senjata, perhiasan, dan alat Rumah Tangga Raja) 2) Tukang Kayu, Batu, Bangunan 3) Golongan Pedagang, saudagar Pria disebut Wiragrama, dan perempuan di sebut Wiragrami. 
  8. Kerajaan Pajajaran. Kerajaan Pajajaran terletak di di Tatar Pasundan, wilayah barat pulau Jawa. Lokasinya berada di wilayah Bogor, Jawa Barat sekarang. Kerajaan Pajajaran juga dikenal dengan kerajaan Sunda. diperkirakan berdirinya  kerajaan Pajajaran pada abad ke-10  hingga abad ke-11. Sumber sejarah kerajaan Pajajaran Prasasti Rakryan Juru Pengambat (923 M), Prasasti Horen, Prasasti Citasih (1030 M), Prasasti Astanagede dan Kitab Carita Kidung Sundayana.
  9. Kerajaan Majapahit. Majapahit adalah kerajaan Hindu yang paling besar di Indonesia diantara kerajaan-kerajaan Hindu lainnya. Kerajaan Majapahit sebenarnya kelanjutan dari kerajaan Singasari. Terbunuhnya Raja Kertanegara oleh oleh Adipati Kediri Jayakatwang membuat Raden Wijaya yang menikahi keempat putri Raja Kertanegara yaitu Tribhuwana, Narendraduhita, Prajnaparamita, dan Gayatri menyerahkan diri dan mendapat pengampunan. Raden Wijaya menggarap Tanah yang diberikan Jayakatwang yang bernama Hutan Tarik menjadi sebuah Kota kerajaan terbesar di Indonesia. Sumber Sejarah kerajaan Majapahit Prasasti Butok, Prasasti Kudadu, Prasasti Sukamerta, dan Prasasti Balawi, Prasasti Waringin Pitu, Prasasti Canggu, Prasasti Karang Bogem, Prasasti Katiden I, Prasasti Alasantan, Prasasti Kamban, Prasasti Hara-hara, Prasasti Wurare, Prasasti Maribong, dan Prasasti Canggu. Sumber lainnya yang menceritakan keberadaan kerajaan Majapahit yaitu Kidung Harsawijaya dan Kidung Panji Wijayakrama, itab Sutasoma karangan Mpu Tantular, Kitab Arjunawiwaha karangan Mpu Tantular, Kitab Kunjarakarna, Kitab Parhayajna, dan Bangunan Candi. Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Raja Raja Hayam Wuruk putra Tribhuwanatunggadewi dan Cakradara memerintah tahun 1350-1389  dibantu oleh seorang Patih yang sangat kuat dan bijak yaitu Patih Gajah Mada yang terkenal dengan sumpah palawanya. 
    Perwujudan Raja Pendiri
    Kerajaan Majapahit
Kemunculan Kerajaan yang bercorak Hindu di Indonesia diikuti oleh kerajaan yang bercorak Buddha di Indonesia. Kerajaan yang bercorak Buddha juga memunculkan sebuah kerajaan yang besar dan terkenal dengan kekuatan ekonomi maritim yaitu kerajaan Sriwijaya.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Comments


EmoticonEmoticon