Kebudayaan Bacson-Hoabinh, Dongson, dan Sahyun

Kebudayaan Bacson-Hoabinh, Dongson, dan Sahyun

Kebudayaan Bacson-Hoabinh, Dongson, dan Sahyun adalah tiga kebudayaan yang paling banyak mempengaruhi kebudayaan Nusantara (Indonesia). Kebudayaan Bacson-Hoabinh, Dongson, dan Sahyun berasal dari Vietnam.

Kebudayaan Bacson-Hoabinh adalah sebuah kebudayaan dimana manusia masih menggunakan peralatan yang terbuat dari batu. Pertama kali ditemukan kebudayaan Bacson-Hoabinh yaitu kapak jenis pebble yang ditemukan di Vietnam. Sedangkan di Indonesia kebudayaan Bacson-Hoabinh didasarkan pada penemuan kapak pebble yang disebut dengan kapak sumatera (sumatralith).

Kapak Sumatera

Kebudayaan Bacson-Hoabinh dikemukakan oleh seorang arkeolog dari Perancis bernama Madeline Colani. Kebudayaan Bacson-Hoabinh pertama kali ditemukan di lembah Sungai Mekong yang berada di Vietnam diperkirakan berlangsung 10.000 hingga 4.000 Tahun yang lalu. 

Kebudayaan Dongson adalah kebudayaan pada zaman perunggu dimana saat itu manusia sudah menggunakan peralatan yang terbuat dari perunggu. Kebudayaan Dongson berasal dari lembang Song Hong di Vietnam. 

Nekara salah satu peninggalan kebudayaan Dongson

Kebudayaan Dongson dibawa oleh Deutro melayu (Melayu Muda) melalui dua jalur persebaran yaitu jalur barat dimulai dari pulau Sumatera dan jalur Timur di pulau Sulawesi. Hasil kebudayaan Dongson yaitu alat-alat yang terbuat dari perunggu.

Kebudayaan Sahyun merupakan sebuah kebudayaan yang memiliki kesamaan dengan kebudayaan Dongson artinya alat-alat kehidupan manusia sudah menggunakan peralatan yang terbuat dari logam perunggu.

Tembikar adalah hasil kebudayaan Sahyun yang banyak ditemukan 

Sahyun merupakan situs penelitian yaitu desa pesisir yang berada di kota Da Nang Vietnam. Kebudayaan Sahyun memiliki beberapa peninggalan yang merupakan peralatan dari perunggu dan tembikar.